Kota Bekasu Masuk 7 Besar Penerima Paritrana Award 2020 Jawa Barat

0
100

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi diikutsertakan dalam lomba Paritrana Award Tahun 2020 Jawa Barat. Lomba yang digelar oleb Badan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini sebagai bentuk apresiasi pemberi kerja termasuk pemerintah daerah terhadap aspek perlindungan ketenagakerjaan.

Dalam lomba ini, Kota Bekasi masuk tujuh besar kategori Pemerintah Kota/Kabupaten mengikuti tahapan penilaian Paritrana Award tahun 2020 bersama Pemerintah Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung dan Banjar.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi secara langsung mempresentasikan secara virtual sejumlah langkah Pemerintah Kota Bekasi dalam perlindungan ketenagakerjaan di Kota Bekasi pada Rakor Perlindungan Ketenagakerjaan.

Kepada tim Penila, Rahmat Effendi mengatakan perlindungan tenaga kerja merupakan perwujudan Visi Misi Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan.

“Misi Kota Bekasi 2018-2023 pada poin keempat, meningkatkan dan mengembangkan kualitas kehidupan bermasyarakat yang berpengetahuan sehat, berakhlak mulia, kreatif dan inovatif.” Kata Rahmat. Senin (21/12/2020).

Ia juga menyebut, Kota Bekasi memiliki wilayah seluas 21.049 ha, 12 Kecamatan, 56 Kelurahan, 1.013 RW, 8.076 RT, 767.539 KK. Jumlah angkatan kerja sebanyak 1.5 juta jiwa sementara yang bukan sebanyak 787 ribu jiwa. Untuk jumlah penduduk dengan usia sekitar 15-65 tahun pada tahun 20219 sebanyak 2.2 juta jiwa.

Pemkot Bekasi mengatur 11 regulasi daerah tentang BPJS Ketenagakerjaan diantaranya  Perda Nomor 18 Tahun 2011 tentang Pelayanan Ketenagakerjaan, Intruksi Wali Kota Bekasi Nomor 134.4/313/Setda.KS tentang tindak lanjut perjanjian kerjasama tentang penyelenggaraan kepesertaan program Jaminan Sosial bagi Tenaga Kontrak Kerja di Lingkungan Pemkot Bekasi

Pemkot juga mendata kepesertaan BP Jamsostek Tenaga Kerja Non ASN sebanyak 14.786 orang dengan rincian 10.245 pesert dari TKK di 43 perangkat daerah Kota Bekasi, 1.711 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di 56 Kelurahan, dan 2.830 Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan.

Selanjutnya untuk perlindungan BP Jamsostek terhadap pekerja rentan dan relawan Covid-19 sebanyak 39.227 orang dengan rincian 15.769 Kader Posyandu, PKP, 23.458 peserta dari pengurus RT dan RW se-Kota Bekasi.

Sementara, komitmen dan inisiasi Pemerintah Kota Bekasi di tahun 2020 terhadap perlindungan Ketenagakerjaan dengan pelayanan perizinan terintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjan pada Kantor DPM-PTSP Kota Bekasi, dan Implementasi Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 518/Kep.459-Diskop.UKM/XI/2019 dimana mempersyaratkan Nasabah BPRS Patriot terlindungun dalam program BP Jamsostek saat pengajuan dana bergulir.

Kedepan Rahmat berharap Pemkot Bekasi juga akan meningkatkan kepesertaan dari sektor pekerja informal yang baru sekitar 12 persen atau 55.289 jiwa dari 454.088 jiwa. Untuk sektor formal kepesertaan sudah mencapai 95.36 persen atau 886.113 jiwa dari 929.199.

“Untuk mewujudkan capaian jaminan ketenagakerjaan ini tentunya dibutuhkan dorongan regulasi dan diharapkan universal coverage bisa berhasil. Mengikutkan sektor informal dengan program bantuan bergulir,” ungkapnya. (and)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here