Diataru Akui Banyak Gedung di Kota Bekasi Tak Kantongi SLF.

Spread the love

Bekasi – Kepala Seksi Gedung dan Bangunan pada Dinas Tata Ruang Ahmad Sungkawa mengakui banyak gedung dan bangunan di Kota Bekasi yang sudah lama belum memiliki Sartifikat Laik Fungsi (SLF).

“Pada 2016, gedung dan bangunan yang mengatongi SLF hanya 2 SLF,  tahun 2017 ada sebanyak 19, dan tahun 2018 ada sebanyak 5 SLF, selanjutnya tahun 2019 ada sebanyak 29 SLF. Tapi tahun 2020 ada sebanyak 39 SLF,” kata Sungkawa disela sela Diskusi Interaktif dengan tema Seberapa Penting  SLF di Kota Bekasi yang dihadiri Sekretaris DPMPTSP Herbet Panjaitan dan Akademisi Anggraeni Haryani Putri. Rabu, (3/3/2021).

Menurut dia, SLF merupakan sartifikat terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun dan telah memenuhi persyaratan kelaikan teknis sesuai fungsi bangunan.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 44 / 2018 tentang Sartifikat Laik Fungsi Bangunan dan Gedung. “Namun kalau untuk sanksi, hanya berupa sanksi adminiistrasi saja. dan itu pun diberikan kepada pemilik gedung dan bukan kepada penyewa dlgedung” jelasnya.

Lebih lanjut ia katakan, sartifikat Laik Fungsi (SLF) itu suatu legalitas kelayakan gedung dan bangunan. Karena SLF sangat pentning bagi pemilik dan pengguna yang berfugsi akan memberikan rasa aman dan mengurangi banyak korban jika terjadi bencana.”Jadi, masyarakat bisa mengguggat pemilik gedung jika terjadi bencana.”ucapnya.

Ia mengatakan, untuk masa berlaku sartifikat tersebut mencapai 20 tahun dan itupun tergantung jenis gedung bangunan. “Kan gedung dan bangunan jenis jenisnya beda beda.”kujarnya.

Selain itu Sungkawa juga menambahkan tidak ada biaya untuk pengurusan sartifikat laij fungsi ( di Kota Bekasi. “Jadi semuanya gratis,”pungkasnya.

Sementara Sekretaris DPMPTSP Kota Bekasi Herbet Panjaitan mengatakan PAD SLF bkn merupakan prouduk retribusi tapi hanya sebatas kajian apakah layak dari segi teknis.

“Jadi tidak ada pengaruh SLF terhadap PAD karena sartifikat itu hanya memberikan kepastian dan kenyamanan pemilik. Jadi SLF itu fungsinya hanya untuk legalitas kelayakan gedung dan bangunanan.” tegas Herbet ketika disinggung PAD sartifikat laik fungsi tersebut. (ntn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *