Dugaan Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat Proyek Pengadaan Mebeler di Kabupaten Bekasi

0
97

Bekasi – LSM LINAP soroti paket proyek pengadaan meja dan kursi tahun anggaran 2019 untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan SMP yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Sorotan itu terkait dugaan adanya indikasi monopoli dan persaingan tidak sehat penyedia atau kontraktor pada paket proyek pengadaan meja dan kursi.

“Kami menduga ada yang tidak normal dalam hasil perhitungan harga meja dan kursi untuk SD dan SMP di Disdik Kabupaten.” ungkap Ketua Umum LINAP, Baskork pada Selasa (28/8/2021) melalui siaran persnya.

Baakoro menjelaskan, untuk pengadaan meja dan kursi jenjang SD berjumlah 32.000 unit dengan anggaran Rp 16.656.000.000. Sedangkan meja dan kursi jenjang SMP berjumlah 16.000 unit dengan total anggaran sekitar Rp 6.840.000.000.

Ia mengatakan adapun harga per unit meja dan kursi dari penyedia yakni PT Karya Mitra Soraya seharga Rp 520.000 Sedangkan penyedia dari PT Paparti Pertama seharga Rp 427.000.

Jika dihitung perbandingan harga dari kedua penyedia dengan rincian Rp 520.000 – 427.000 = Rp 93.000 x 32.000 unit = Rp 2,976.000.000.

“Seandaianya penyedia dari Paparti Pertama yang melaksanakan pengadaan meja dan kursi untuk SD maka ada penghematan uang negara sebesar Rp 2,9 miliar lebih.” kata dia.

Ia menilai dengan perselisihan harga tersebut jelas sudah melanggar UU RI No 5 Tahun 1999 pasal 3.”Tindakan itu telah mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan dengan cara tidak jujur atau melawan hukum atau menghambat persaingan usaha.” menurut Baskoro

Lembaganya juga akan meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memeriksa dugaan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat tersebut.

“KPPU harus cepat bertindak menyikapi dugaan permasalahan ini Sesuai UU No 5 Tahun 1999 bertugas mengawasi dan menegakkan hukum larangan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat,” ucapnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here