Warga Narogong Minta Distaru Tak Terbitkan Izin Kuliner di Fasos/Fasum

Spread the love

Bekasi – Warga RW 30 Perumahan Narogong Kelurahan Pengasinan Kecamatan Rawalumbu kembali memprotes kebijakan pengalihan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum warga oleh pemerintah Kota Bekasi.

“Fasos/Fasum itu dari warga untuk warga, tapi bukan dari warga untuk disalahgunakan seenaknya saja,” kata warga yang enggan mau disebutkan namanya.

Ia menjelaskan, warga pernah melakukan aksi penolakan ke Distarkim dan Wali Kota terkait pengalihfungsian lahan fasos/fasum tahun 2013 oleh Pemkot Bekasi.”Dan dulu yang bikin status quo adalah Pak Roy ketika beliau masih menjabat sekda.”ungkapnya.

Bahkan, ia dan beberapa warga bersama anggota dewan sempat croscek ke BPN terkait terbitnya sertifikat lahan pasos pasum taman Narogong dan hasilnya sertifikat itu dinyatakan batal oleh BPN.

“Setelah sekian lama dalam status quo ternyata sekarang mau dibangun kuliner dan sekarang sudah dikerjakan.” ujarnya.

Oleh karena itu, Ia bersama warga lainnya meminta kepada Dinas Tata Ruang (Distaru) agar tidak menerbitkan perizinan kuliner tersebut.

“Saya sebagai warga meminta kepada Distaru sebagai dinas terkait supaya perijinannya tidak dikeluarkan.” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Ruang Dinas Tata Ruang Kota Bekasi Bowo ketika dikonfirmasi mengaku belum mengatahui secara detail apakah lahan itu fasos/fasum.

“Jadi kita belum bisa jawab, apakah itu lahan fasos/fasum atau engga. Kita belum lihat siteplainnya. Tapi Kalau lahan yang diseberangnya atau persis pintu masuk perumahan, itu PSU.”ujar Bowo usai ditemui. Selasa, (19/10/2021).

“Kita harus tahu dulu siapa pengelolanya. Dasar mereka apa untuk kelola lahan itu. Makanya sementara ini kita melarang pembangunanya sebelum mereka melengkapi administrasinya.”ucap Tarmuji, Kepala Seksi Insentif Disinsentif dan Pembongkaran Bangunan Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi.

Pihaknya pun lanjut Tarmuji akan melayangkan surat terhadap pihak pengelola untuk menanyakan lahan itu akan dijadikan apa.”Kalau buat kuliner, dasar mereka apa. Ini harus jelas dulu.”kata Tarmuji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pedoman Media Cyber | Redaksi Siber Post |