ARB Demo Disdik Soal Pengadaan Mebeler Rp 19 M. Kadisdik Dituntut Mundur

0
140

Bekasi – Elemen massa yang tergabung dari Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Setidaknya ada puluhan massa yang turun di aksi demonstrasi dalam rangka menolak pengadaan meubeler di Kota Bekasi sebesar Rp 19 Miliar.. Aksi unjuk rasa itu mendapat pengawalan dari Polsek kepolisian dan Satpol PP

“Ada sejumlah tuntutan yang diusung dalam unjuk rasa itu. Pertama, adanya dugaan grafitasi antara perusahaan pemenang lelang kepada Disdik Kota Bekasi dalam proses lelang.”kata Ketua Umum ARB Machfudin Latif. Jumat, (29/10/2021) dalam orasinya.

Kedua, pengadaan meubeler diduga adanya bancaan salah satu oknum fraksi partai politik DPRD Kota Bekasi.”Ketiga, adanya indikasi kongkalikong salah satu fraksi parpol DPRD dan panitia lelang.”lontarnya.

ARB juga menuntut DPRD Kota Bekasi untuk melakukan hak interplasi refocusing atas kegiatan pengadaan meubeler tingkat SD dan SMP di Kota Bekasi.

“Sebab pengadaan meubeler itu bukan kebutuhan urgen dan perioritas dalam menggunakan APBD dengan nilai fantastis si masa pandemi ini. Menurut kami kebijakan itu tidak tepat dan terkesan hambur-hambur duit.”katanya.

Tak hanya itu Latif juga mendesak agar Kepala Dinas Pendidikan beserta antek-anteknya dituntut keras untuk mengundurkan diri dari jabatan karena dinilai gagal memajukan pendidikan di Kota Bekasi.”Kadisdik Rapor Merah. Kami minta pengadaan mebeler mulai tahun 2017 sampai 2021 ini di publish ke publik.” ungkapnya.

ARB juga menduga Disdik telah memalsukan dokumen negara tanpa adanya berita acara pemindah tanganan, penghapusan aset berupa meubeler tahun anggaran 2017 hingga 2021 milik daerah.

“Kami minta Disdik untuk mempublis ke publik berita acara serah terima aset dan/atau data penghapusan aset daerah (mebeler) tingkat SD dan SMP tahun 2017 sampai 2021 serta memberikan bukti sekolah penerima barang.”ujar Latif.

ARB juga menantang Disdik untuk membuktikan tuntutan pengunjuk rasa jika mereka merasa benar dan tidak bersalah dalam pengadaan meubeler.

“Kalau Disdik merasa tidak bersalah, benar, mohon untuk keluar dan temuin kami. Buktikan dengan data. Mereka tahu hukum tapi mereka langgar hukum.”tegas Latif.

Namun sayangnya, tak satu pun dari pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang tampak mau menenui puluhan pengunjuk rasa.”Tidak ada satu orang pun di Kota Bekasi membela kebenaran. Hidup rakyat, hidup pemuda, hidup mahasiswa.” pungkasnya.

Dicoba untuk dikonfirmasi, Kepala Dinas Pandidikan Kota Bekasi Inayatullah tidak berada diruangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here