Dewan Adat Dayak Jakarta Tuntut Edy Mulyadi Dihukum Adat dan Ditangkap

0
146

Bekasi – Gelombang kecaman atas ucapan Edy Mulyadi terus berdatangan. Tidak hanya ditangkap dan dipenjara, Edy Mulyadi juga dituntut hukum adat.

Masyarakat Adat Dayak Kalimantan menegaskan Edy Mulyadi harus dihukum adat atas ucapan yang melecehkan seluruh masyarakat Kalimantan. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Umum Dewan Adat DKI Jakarta, Lawadih Nusa.

Lawady mengecam keras pernyataan Edy Mulyadi yang melecehkan penduduk Kalimantan.
Pernyataan Edy Mulyadi telah merendahkan harkat dan martabat penduduk Kalimantan dengan kata-kata yang tidak pantas. Menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak dan sebagai pasar kuntilanak dan genderuwo.

“Pernyataan Edy itu tekah mencabik cabik harga diri masyarakat Kalimantan.”kata Lawady saat temui aksi solidaritas ormas PBB. Kamis, (27/1/2022).

Dia menuturkan pernyataan Edy Mulyadi sangat-sangat provokatif dan bisa mengarah kepada perpecahan antarsesama kelompok anak bangsa.

“Tak hanya itu pernyataan Edy Mulyadi dan kawan-kawannya juga telah mengusik kedamaian di pulau Kalimantan yang selama ini telah terbina cukup baik,” ucapnya.

Untuk itu, ia minta kepada Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) untuk menghukum adat Edy Mulyadi dan kawan-kawannya dengan ketentuan hukum adat yang berlaku di Kalimantan sesuai dengan kearifan lokal.

“Kami ada 405 bahasa suku dayak yang menjaga tata krama etika. Kalau sudah namanya rasis menjelekan suku atau orang lain,di budaya kami tidak boleh. Ini pantang.”ungkap Lawadih saat jumpa presnya didampingi para petinggi ormas PBB.

Sebagai masyarakat Adat Dayak juga mendesak pihak kepolisian segera menangkap dan memproses secara hukum Edy Mulyadi dan kawan kawan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI.

“Kami dari majelis adat juga minta Edy Mulyadi dan kawan-kawan segera ditangkap dan diproses hukum dan diadili sesuai dengan adat budaya dayak.”pungkasnya.

Sebagai masyarakat Kalimantan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada ormas PBB dan seluruh jajaran yang ikut lakukan gerakan solidaertas.

“Kami juga mengajak semua ormas ormas suku bangsa yang cinta damai dan cinta NKRI untuk bersatu melawan rasisme. Kalau tidak sekarang kapan lagi. Karena NKRI ini bukan hanya milik orang tertentu, tapi milik seluruh bangsa.”tegasnya.

“Kami juga akan mengawal Edy Mukyadi sampai dituntut di pengadilan dan dihukum. Ini yang kami suarakan terus. Ini sudah melecehkan.”ungkapnya. (ton).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here