Persoalan Banjir, dan Fasilitas Umum Jadi Perhatian Anggota DPRD Kota Bekasi

0
370

Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi Faisal bakal menindaklanjuti persoalan banjir yang terus menerus terjadi di Kecamatan Pondok Gede dan Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Sebelumnya, masyarakat Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Melati menyampaikan aspirasi terkait persoalan banjir yang terus terjadi di wilayah terutama saat musim penghujan tiba.

Aspirasi tersebut disampaikan saat anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Faisal melaksanakan Reses 1 tahun sidang 2022 di daerah pemilihan (dapil) V Pondok Gede-Pondok Melati pada Rabu, (9/2/2022).

“Reses tadi banyak yang menyampaikan usulan khususnya infrastruktur sarana prasarana umum khususnya pengendalian banjir yang dimana wilayah itu sering terjadi banjir ketika musim penghujan.” katanya.

Faisal mengatakan persoalan banjir tersebut menjadi pekerjaan rumah baginya, sebagai legislator Daerah Pemilihan V Pondok Gede-Pondok Melati. Namun kata dia persoalan banjir itu tidak bisa disslesaikan secara lokal saja.

“Kalau soal banjir, semua banjir. Tapi kalau saya lihat Jatimakmur ini menjadi hulu sehingga ini jadi persoalan juga di teman-teman forum RW untuk melakukan diskusi tingkat kecamatan terkait persoalan banjir. Apakah nanti pemerintah membebaskan lahan atau nanti swadaya itu memang jadi pemikiran penting kedepannya.”ungkpanya.

Bahkan akuinya dia, pihaknya sebumnya sudah membentuk forum lintas RW dan lintas kecamatan. “Kita sudah bentuk lintas forum RW dan forum lintas Kecamatan.

Bukan hanya itu, Faisal juga meluruskan persoalan-persoalan yang ada diwilayah yang jadi momok seperti persoalan permohonan LPM sering diajukam namum tidak terealisasi.

“Makanya tadi saya jabarkan mungkin ada penyesuaian anggaran baik itu musrenbang keluraham, kecamatan, toh itu kan tidak jalur satu satunya, tapi ada jalur lain.”jelasnya.

Terkait ketercapaian hasil pembangunan di Kota Bekasi Tahun 2022, menurut Faisal sebagian besar pembangunan yang sifatnya anggaran yang besar itu tetal terealisasi.

“Seperti folder air dan pembebasan lahan jadi terkendala padahal itu sudah dianggarkan sebelumnya.”tuturnya.(bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here