Sudah Dilaporkan, Penyidik Dimnta Tindak Tegas Pelaku Dugaan Pungli PTSL di Pondok Melati

0
52

Bekasi – Ketua Aliasi Rakyat Bekasi (ARB) Latief angkat bicara terkait pemanggilan terhadap 33 ketua RT dan 7 ketua RW diwilayah Jatimurni Kecamatan Pondok Melati terkait dugaan Pungli program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Polres Metro Bekasi Kota.

Selain di Kelurahan Jatimurni, dugaan pungli juga terjadi diwilayah Kelurahan Jatimelati dan Jatiwarna yang melibatkan oknum ASN dan oknum BPN Kota Bekasi.

“Semua peran diambil oleh oknum TKK atas perintah oknum ASN dengan besaran pungutan Rp3 hingga Rp5 juta sekaligus tambahan Rp 10.000 per meter jika belum memiliki AJB.”bebernya.

Oleh sebab itu Latif meminta kepada penegak hukum untuk menindak  tegas para pelaku yang terlibat.

“Jangan hanya di minta keterangan saja, aparat penegak hukum juga harus menindak tegas para pelaku bila perlu ada tersangkanya. Karena mereka telah melakukan penyalahgunaan wewenang dan melanggar UU Tipikor. Jadi kasus ini jangan sampe masuk angin.”kata Latief kepada media. Kamis, (3/11/2022) menanggapi.

Informasi yang dihimpun, selain RT dan RW pemanggilan juga dilakukan kepada ketua tim BPN Kota Bekasi wilayah Jatimurni yang diduga menerima jatah berkisar Rp 100 hingga Rp200 ribu per bidang yang di duga diberikan oleh okum ASN tersebut.

Sebelumnya, salah seorang ketua RT yang enggan mau namaya disebutkan mengaku telah dipanggil oleh penyidik Polres Metro Bekasi untuk diminta keteranga terkait dugaan Pungli PTSL.

“Saya sudah memenuhi panggilan oleh polisi. Semua sudah kita jawab pertanyaan dari penyidik Reskrim.” ucpnya sembari mengaku hanya menjalankan perintah atasan.

“Dari kasus ini mungkin akan ada tersangka yang akan ditetapkan penyidik.” katanya. (yans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here