Tanggul Kemang Kali Bekasi Jebol, Disinyalir Akibat Pekerjaan “Asal-asalan”

  • Whatsapp

SiberPost.com, Kota Bekasi  – Tanggul kali Bekasi yang berada diperumahan Kemang Pratama Kota Bekasi pada malam tahun baru yang lalu jebol. Namun anehnya, jebolnya tanggul tersebut bukan disebabkan oleh bencana alam seperti air banjir. Menurut pengakuan salah seorang satpam perumahan, jebolnya tanggul justru terjadi pada saat air kali mengalami kekeringan.

“Pada saat malam tahun baru yang lalu, air kali mengalami kekeringan dan secara tiba-tiba tanggul tersebut terputus pada beberapa sambungan, sehinggga tanggul mengalami kemiringan dan tanah disisi tanggul mengalami retak-retak yang cukup panjang,” ujar Agus koordinator keamananan perumahan kepada SiberPost.Com ketika dikonfirmasi (2/1/2019) perihal kronologis jebolnya tanggul di kantornya.

Pada saat SiberPost.Com mengambil gambar jebolnya tanggul tersebut, terdapat beberapa kejanggalan pada patahan tanggul. Dimana pada beberapa patahan tanggul tidak terdapat besi yang mengikat tanggul tersebut agar kokoh. Menanggapi temuan tersebut Baskoro ketua Umum LSM LINAP(Lembaga Investigasi Anggaran Publik) angkat bicara, “kalau dilihat dari foto-foto  tanggul jebol yang anda (SiberPost.Com, red) tunjukkan pada saya, terdapat kejanggalan pada pembangunan tanggul tersebut, masa pada patahan tanggul tidak terdapat besi pengikat, berarti disinilah baru diketahui adanya pengurangan spek pada saat membangun”, ujar Baskoro ketika jumpai dikantornya (3/1/2019) dibilangan Jakarta timur.

Baskoro juga menambahkan, “mengapa tanggul bisa jebol atau patah justru disaat air kering? Berarti ini ada indikasi pembangunan yang “asal-asalan” ujarnya. “Saya akan memerintahkan anggota saya untuk melakukan investigasi perihal jebolnya tanggul tersebut dan bila ditemukan adanya penyimpangan dalam pembangunan tanggul yang jebol tersebut, kami akan laporkan kepenegak hukum” tambahnya.

Sejauh pantauan SiberPost.Com memang pembangunan di Kota Bekasi sangatlah pesat dan disambut dengan baik oleh masyarakat Kota Bekasi. Namun apabila pembangunan hanya mengejar pencapaian bentuk fisiknya saja tanpa memperhatikan mutu atau kwalitas dari pembangunan, maka yang terjadi hanyalah penghabisan anggaran yang sia-sia. (CBB)

READ:  Lelang Pengadaan Meja Dan Kursi Untuk Sekolah Senilai Rp. 87 Milyar Di Provinsi DKI Jakarta Terkesan Dipaksakan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *